Thursday, January 23, 2020

HAL-HAL YG PERLU DILURUSKAN TERKAIT HUKUM KAMMA!

HAL-HAL YG PERLU DILURUSKAN TERKAIT HUKUM KAMMA!

Tidak dipungkiri bahwa kehidupan manusia baik bahagia dan derita tidak terlepas dari perbuatan (kamma) yg dilakukan. Perbuatan baik membawa kebahagiaan, perbuatan buruk membawa derita. Namun demikian, ada beberapa hal yg sering disalahpahami berkenaan dg hukum kamma. Berikut adalah beberapa di antaranya:

1. Bahagia dan derita seseorang semuanya berasal dari perbuatan lampau. Pandangan ini perlu diluruskan karena perbuatan sekarang juga mempengaruhi derita dan bahagia seseorang. 

2. Bahagia dan derita seseorang semuanya berasal dari kamma. Ini juga perlu diluruskan karena kamma bukanlah satu-satunya penyebab kebahagiaan dan penderitaan manusia.

3. Walaupun sudah banyak berdana namun masih mendapatkan hal-hal buruk, ada kalanya seseorang mengeluh mengapa perbuatannya tidak berbuah. Harus diingat bahwa hidup ini sangat kompleks. Misalnya, walaupun engkau sudah banyak berdana, jika kata-katanya tidak terkendali, orang-orang di sekitarmu bisa saja tidak menyukaimu. Selain dana, ada juga sîla dan bhavana yg perlu dipraktikkan. 

4. Saat mendapatkan perlakuan buruk dari orang lain, ada kalanya seseorang dg latah berharap 'Semoga perbuatan buruknya segera berbuah kepadanya'. Ini adalah bentuk kebencian yg menyamar seakan sebagai kebijaksanaan.

5. Saat ada kejadian buruk menimpa orang lain atau dirinya, seringkali seseorang menerimanya sebagai kamma, tetapi saat mendapatkan untung, lupa dg kamma. Padahal hukum kamma berkenaan dg perbuatan baik dan buruk.

6. Ada anggapan bahwa seseorang harus membayar kamma orangtua atau kamma anaknya, atau kamma orang lain. Kamma itu masing-masing. Seseorang harus bertanggungjawab atas  perbuatannya sendiri, bukan bertanggungjawab atas perbuatan orang lain. 

7.  Banyak umat Buddha, ketika berbicara kamma, hanya berhenti pada motivasi untuk melakukan kebajikan agar terlahir di alam surga. Ini memang sudah lebih baik daripada berbuat jahat. Namun demikian, tujuan Sang Buddha menunjukkan hukum kamma, tidak semata spy seseorang terlahir di alam surga, namun agar seseorang terbebas dari kamma. Terbebas dari kamma adalah terbebas dari tumimbal lahir.

No comments:

Post a Comment